Hari masih pagi ketika aku duduk
di depan toko yang masih tutup sambil menggendong seorang bayi berumur 6 bulan.
Aku menunggu bangunan bercat hijau itu
membuka pintunya, agar aku bisa segera menuntaskan maksud kedatanganku. Suamiku
yang tadi mengantarku, sudah berbalik arah menuju ke stasiun kereta dan
melanjutkan perjalanan ke kantor untuk mencari nafkah. Nanti aku pulang sendiri
naik angkot jika sudah menunaikan amanah suamiku. Hari itu adalah hari terakhir
pembayaran perpanjangan kredit dan biaya administrasi, jika tidak mau gelang
emas yang diberikan sebagai mahar oleh suamiku itu dilelang Pegadaian.