Tadinya saya bingung mau menulis
apa lagi ya tentang ajang Srikandi Blogger 2013 yang baru-baru ini
diselenggarakan oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger. Saya sudah dua kali menuliskan
tema ini dalam tulisan berjudul: Mati Suri, Hidup Kembali, dan Eksis Bersama Blog dan Srikandi Blogger 2013: Ajang Eksis Emak Rempong.
Tulisan yang pertama ditujukan
untuk mengikuti audisi Acer Srikandi Blogger 2013 yang diadakan oleh KumpulanEmak-Emak Blogger. Peserta diminta membuat resume tentang tujuan nge-blog dan mengikuti Srikandi Blogger
2013. Sebenarnya nekat juga ya ikut audisi Acer Srikandi Blogger 2013, karena saya
baru-baru ini menceburkan diri ke dunia blogger. Aslinya saya ini penulis buku
dan menggunakan blog sebagai sarana promosi, sekaligus menulis tentang
tips-tips menulis, motivasi menulis, informasi penerbit, dan sebagainya. Mengapa?
Sebagai penulis buku, saya sering mendapatkan inbox dari penulis pemula yang
bertanya ini-itu tentang dunia kepenulisan. Daripada capai menjelaskan satu per
satu, lebih baik saya tuliskan saja di blog. Kalau ada yang bertanya saya cukup
memberikan linknya.
Belakangan, saya latah mengikuti
lomba blog, termasuk lomba yang diadakan oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB).
Saya mendapatkan informasi lomba blog itu di komunitas penulis. Untuk lomba
yang diadakan oleh KEB, peserta harus bergabung dengan grup KEB. Jadilah saya
masuk ke grup itu. Wow, ternyata asyik juga ya bergaul dengan emak-emak blogger
yang sangat bersemangat menulis di blog. Saya jadi rajin blogwalking dan blog saya juga makin banyak mendapatkan pengunjung.
Kalau dulu pengunjung jarang meninggalkan komentar (hanya sekadar membaca),
kini banyak yang meninggalkan komentar di postingan saya. Komentar positif adalah
apresiasi pertama yang saya dapatkan setelah menjadi blogger.
Betapa mengejutkannya ketika saya
menjadi pemenang kedua lomba blog yang diadakan oleh KEB itu, Padahal, saya
baru saja bergabung dengan KEB dan baru mulai mengikuti lomba blog. Itu adalah apresiasi kedua yang membuat saya semakin
rajin mengikuti lomba blog. Tak disangka, menulis di blog pun bisa jadi sumber
penghasilan. Hadiahnya sebagian besar berupa gadget. Saya masih memendam impian
untuk mendapatkan laptop Acer, apa lagi kalau bukan untuk mendukung aktivitas
menulis dan nge-blog? Selama ini saya
mengetik menggunakan komputer tua, yang sudah sering hang, dan tentu saja tidak bisa dibawa ke mana-mana. Saya sering
melihat foto emak-emak blogger yang diundang menghadiri seminar, workshop, dan acara-acara
blogger lainnya, mereka terlihat keren membawa notebook atau laptop lalu
mengetik di tempat acara, dan langsung dipublish di blog. Tak disangka saya lolos 50 besar Srikandi
Blogger 2013. Sekali lagi, saya mendapatkan apresiasi sebagai blogger. Terpilih
ke dalam 50 besar Srikandi Blogger dari 150 blogger yang mendaftar, buat saya
itu luar biasa.
Namun, saya gagal meyakinkan
dewan juri untuk memilih saya ke dalam 10 besar. Kecewa? Dalam dunia kompetisi,
perasaan kecewa pasti ada. Saya juga
demikian. Awalnya mungkin sedikit iseng, tapi setelah masuk 50 besar, saya benar-benar
serius berkompetisi di Acer Srikandi Blogger 2013 ini. Jadi wajarlah kalau ada
kekecewaan karena tersingkir. Untunglah saya menemukan quote keren, bunyinya: kekecewaan adalah cara Tuhan menunjukkan
bahwa Dia punya sesuatu yang lebih baik untukmu.
Gagal di Acer Srikandi Blogger 2013,
mungkin di depan nanti ada sesuatu yang lebih besar menunggu saya. Jadi, saya kembali
bersikap legawa dan ikut berbahagia terhadap 10 finalis. Lagipula, kalaupun
terpilih, saya tak yakin bisa menjadi wakil KEB di ajang-ajang bergengsi para
blogger. Ada kegiatan offline yang
harus diikuti dan itu membuat saya harus pikir-pikir. Saya punya tiga anak
balita dan bayi dan tak punya pengasuh anak. Keluarga besar juga jauh semua,
jadi tak ada yang bisa dititipi anak-anak kalau sewaktu-waktu harus mengikuti
kegiatan offline. Inilah pilihan
terbaik Allah SWT untuk saya, tetap nge-blog
dari rumah saja. Berbagi dan
menginspirasi—untuk sementara ini—melalui komputer tua. Gagal menjadi tiga besar,
berarti gagal mendapatkan laptop Acer dan stok Rinso setahun, hehe….. Sebab, Srikandi Blogger yang
terpilih harus bisa beprestasi di dunia nyata dan maya, sedangkan kiprah saya
untuk saat ini masih lebih banyak di dunia maya.
Sebenarnya, saya punya dua jagoan
yang saya kira akan masuk 10 besar finalis Srikandi Blogger 2013, yaitu: Haya
Aliya Zaki dan Yati Rachmat. Dari awal saya sudah memprediksikan, mereka akan
masuk 10 besar. Haya Aliya Zaki aktif nge-blog
dan sering mengikuti kegiatan offline
untuk blogger. Beliau juga seorang penulis buku dan editor keren yang sering
memberikan materi editorial di KEB. Yati Rachmat, blogger sepuh, usianya sudah
74 tahun tapi masih nge-blog. Jadi,
kekecewaan saya berlipat ganda ketika kedua nama itu tidak masuk finalis 10
besar.
Pemilihan Acer Srikandi Blogger 2013
pun dilaksanakan di Gedung Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, tanggal 28 April 2013. Saya ingin menghadiri
acara itu. Berhubung mobil masih di dealer (masih diurus proses jual belinya),
mobil yang lama sudah dijual, jadi suami keberatan mengantar dengan naik kereta
api dan angkutan umum. Membayangkan berangkat dari Citayam-Bogor sekeluarga
(tiga anak yang masih kecil-kecil), cukup merepotkan. Lain halnya kalau saya
terpilih jadi 10 besar, itu akan beda urusannya. Suami pasti mau mengantar,
karena hadiahnya sudah pasti, ahahaha…. Nah, berhubung saya gagal, suami punya
alasan untuk menolak. Ternyata, pas hari H, suami saya juga terkena tipes dan
tidak bisa bangun dari tempat tidur. Jadi ini sudah semacam pertanda bahwa saya
memang tidak bisa hadir.
Jujur saja, saya ingin sekali
hadir. Membayangkan bisa bertemu dengan blogger-blogger keren, terutama para
pendiri KEB yang luar biasa sepak terjangnya: Mira Sahid, Sary Melati, Indah
July, Lusiana Trisnasari, Aulia Gurdi, Sumarti Saelan, Irma Susanti, dan
lain-lain. Mereka adalah emak-emak ibu rumah tangga, yang dekat dengan dapur,
sumur, dan kasur. Namun, dengan terselenggaranya ajang Acer Srikandi Blogger 2013,
mereka membuktikan bahwa emak-emak juga bisa eksis di luar rumah!
Walhasil, acara yang disponsori
oleh Acer, Rinso, dan Wardah itu berhasil memilih tiga Srikandi: Alaika
Abdullah (Srikandi Blogger 2013), Myra Anastasia (Srikandi Persahabatan), dan Anazkia
(Srikandi Favorit).
Alaika Abdullah, blogger dari
Aceh yang juga menulis dan menerbitkan bukunya sendiri. Kalau tidak ada ajang
Acer Srikandi Blogger 2013, mungkin saya tidak akan banyak mengenalnya. Ternyata
beliau sudah malang melintang di Organisasi Kemanusiaan Internasional sejak
terjadinya musibah Tsunami Aceh, dan kini di UNDP. Pantas kiranya bila Mak
Alaika mendapatkan penghargaan sebagai Srikandi Blogger 2013 dari KEB.
Myra Anastasia, nama ini sering
menyambangi blog saya sewaktu baru bergabung dengan KEB. Mak Myra rajiin sekali
blogwalking, sampai-sampai Mak Ade
Anita (juga masuk 50 besar Srikandi Blogger 2013) bertanya, “siapa sih Myra
Anastasia? Dia suka komen di blogku?” Dan memang beliau ini sangat bersahabat,
karena sering blogwalking itu.
Otomatis postingannya juga selalu ramai komentar. Beliau sering sekali update postingan, baik untuk lomba menulis
maupun bercerita soal anak-anaknya: Keke dan Nai. Sampai-sampai saya ingat nama
kedua anaknya, karena blog Ke2Nai selalu muncul di KEB. Jadi, pantaslah beliau
menjadi Srikandi Persahabatan 2013 dari KEB.
Anazkia, untunglah ada ajang Acer Srikandi Blogger 2013 ini, sehingga saya bisa lebih mengenalnya. Sewaktu
audisi ini dibuka, banyak anggota KEB yang memanggil namanya dan mendorongnya
untuk ikut audisi. Saya berpikir, “wah, sepertinya dia ini blogger senior,
banyak yang kenal dan simpati kepadanya.” Otomatis, begitu dia masuk 10 besar
dan ada voting Srikandi Favorit, namanyalah yang mendapatkan vote terbanyak. Setelah
dia terpilih, saya mengintip profilnya. Ternyata kiprahnya sudah banyak, dan
memang saya saja yang ketinggalan informasi (namanya juga blogger yunior). Yang luar biasa, Anazkia adalah TKW di Malaysia dan aktivis blogger hibah sejuta buku.
Yang mengejutkan, ternyata ada
Srikandi Inspiratif dan Srikandi Life
Time Achievement Award! Kedua penghargaan itu disabet oleh Haya Aliya Zaki
dan Yati Rachmat! Berarti prediksi saya tidak salah, meskipun tidak disebutkan
di awal (mungkin untuk membuat kejutan), kedua jagoan saya itu berhasil
memperoleh penghargaan Acer Srikandi Blogger 2013.
Kehadiran para sponsor: Acer,
Rinso, dan Wardah, sungguh luar biasa, karena begitu banyak hadiah yang
diberikan sebagai apresiasi kepada emak-emak blogger. Semoga tahun depan, ada lebih banyak sponsor yang mendukung
kegiatan positif ini.
Ajang Acer Srikandi Blogger 2013 ini
sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat emak-emak dalam berbagi dan
menginspirasi di media blog. Sebutan “Emak” itu sendiri mulanya terdengar aneh
di telinga saya. Kalau di kampung saya,
“Emak” itu identik dengan mbok-mbok yang membantu menyucikan baju atau
pekerjaan rumah tangga lainnya. Bukan itu saja, yang dipanggil “Emak” itu
biasanya yang sudah berumur atau sudah tua. Sungguh luar biasa, manakala grup Kumpulan Emak-Emak Blogger justru menggunakan panggilan “Emak” kepada ibu-ibu yang
tergabung di dalamnya. Dan kini sebutan “Emak” itu lebih terdengar
meng-Indonesia. Banyak komunitas ibu-ibu yang menggunakan sebutan
kebarat-baratan, tapi Kumpulan Emak-Emak Blogger, bangga menggunakan sebutan
khas Indonesia. Saya jadi bangga menyebut diri saya dengan sebutan “Emak.”
Kumpulan Emak-Emak Blogger berhasil mengabarkan pada dunia, bahwa emak-emak yang sehari-hari bergelut
dengan pekerjaan rumah tangga, ternyata juga bisa menunjukkan intelektualitas
diri, berbekal internet dan komputer.
Ajang Acer Srikandi Blogger 2013,
memberikan apresiasi yang positif kepada Emak-Emak Blogger. Bagi saya, semua
emak blogger adalah srikandi. Di balik
kerepotan mengurus rumah dan keluarga, mereka masih menyempatkan diri untuk
berbagi dengan menulis di blog. Saya ingat, Merry Riana pernah berkata dalam
akun twitternya: “Saat menang, ingatlah bahwa kita bukan yang terhebat. Saat
kalah, ingatlah bahwa kita tidak seburuk itu.”
Bagi para pemenang Acer Srikandi
Blogger 2013, kemenangan itu bukanlah pembuktikan bahwa Anda yang terhebat.
Bisa jadi, di luar sana masih banyak yang lebih hebat, hanya saja mereka
mungkin tidak mendaftarkan diri, terluput dari pantauan juri, atau memang tidak
berusaha menampilkan dirinya sebagai yang terhebat, meskipun karya-karyanya
luar biasa. Penerapan sikap ini akan membentuk para pemenang yang rendah hati
dan tetap membumi, meskipun prestasi yang diraih sudah mumpuni.
Bagi yang merasa kalah (terutama
140 pendaftar Srikandi Blogger 2013), kekalahan itu bukan menunjukkan bahwa
Anda tidak layak menjadi Srikandi Blogger. Kekalahan adalah batu lompatan untuk
mencapai lompatan yang tertinggi, bila kita tidak terpuruk di dalam kekecewaan.
Penerapan sikap ini akan membentuk sikap legawa, terus bersemangat mengukir
prestasi, tidak mudah putus asa.
Bagi saya sendiri, ajang Acer Srikandi
Blogger 2013 ini memiliki banyak manfaat, terutama saya mendapatkan banyak
teman baru, semakin menekuni dunia blogger, dan terpacu untuk terus berbagi dan
menginspirasi kepada khalayak luas, meskipun gerak langkah saya masih terbatas
di dalam rumah karena ada kewajiban yang lebih utama. Insya Allah, kesempatan
itu akan datang bila anak-anak saya sudah bisa mandiri.
Sharing is Caring, sebuah tagline
dari Kumpulan Emak-Emak Blogger, yang dapat menguatkan semua emak di dunia.
Assalamu'alaikum mba' n selamat pagi. Maaf bru bsa berkunjung... Sy tertarik dg emak-emak blogger yg msih eksis d dunia kepenulisan. Dan sy ingin belar kpd mba'. Sy jg pux blog tp bkan blogger, sy minta bantuan mbak tuk mengoreksinya di www.naya.yu.tl. tp artikel yg terpost dg nama Hidayatullah. Sy harap mba' mw berbagi ilmunya dg sy wlau sedikit
ReplyDeleteMba, aku juga enggak bisa hadir karena si kecil ngambek dan emoh diajak berunding lagi. Menjadi blogger adalah kegiatan yang mengasyikan, hidup blogger
ReplyDeleteperjuangan belum berakhir mba leyla, insyaallah terus berlanjut smoga kita terus bisa berkarya lewat menulis menebar manfaat bagi yg lainnya, ulasannya bagus sukses kontesnya :), salam hangat dari aceh
ReplyDeleteSip yang penting ngeblog bisa dijadikan sarana menyalurkan bakat & minat menulis Mbak Leyla saat tidak sedang menulis novel. Semoga tahun depan ada ajang serupa dan berharap Mbak Leyla bisa ikutan. Hihi...Saya masih menjagokanmu :)
ReplyDeleteMak leyla gak jagoin aku hiks..hiks...
ReplyDeleteHallo Mak, KEB membangkitkan para penulis dan blogger yang mati suri ya Mak? Hidup KEB !
ReplyDeletesemoga mba ela dapet notebook acer entah darimana lah , biar bisa ngebut ngeblog dan nulisnya ;D
ReplyDeleteSelamat malam. Jury visit. Semoga sukses ya :)
ReplyDelete